Pentakosta ke 3


Img

PENTAKOSTA

Jika kita mendengar tentang kebangunan rohani yang besar sepanjang sejarah di berbagai belahan dunia seperti yang pernah di Wales – Inggris dan Soe – Indonesia, kita akan menemukan ciri khas yang sama dari semua peristiwa kebangunan rohani tersebut. Semua dimulai saat situasi, kondisi dan keadaan kekristenan di suatu daerah sudah berada di titik terendah, titik kehancuran yang terburuk. Dimana banyak orang mulai merasa putus asa dan putus pengharapan. Mereka mulai berdoa, mencari wajah Tuhan dan berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat/salah (2 Taw 7:14-15).
    
Saat mereka berdoa didalam kesehatian, Tuhan bertindak. Dia mendengar seruan doa yang dinaikkan, mencurahkan RohNya atas mereka yang bersehati dan melawat mereka dan memulihkan wilayah mereka, sebagaimana yang terjadi 2000 tahun yang lalu saat murid-murid Tuhan Yesus mengalami kegoncangan iman yang dahsyat dalam kehidupan mereka,  yang dikenal dengan peristiwa Pentakosta Pertama dalam Perjanjian Baru. 

Pentakosta Pertama
Dimulai dari perintah Yesus kepada murid-muridNya yang berjumlah 11 orang sebelum Dia terangkat ke sorga untuk tetap tinggal di Yerusalem dan menanti-nantikan janji Bapa. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama di ruang atas, tempat mereka menumpang di Yerusalem (Kis 1:4-14).

Kis 1:8 – Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Didalam penantian, jumlah mereka bertambah banyak dan tercatat dalam Kis 1:15 jumlah orang yang berkumpul saat itu kira-kira 120 orang banyaknya. Ada kehausan yang begitu kuat untuk berdoa, mencari tuntunan Tuhan dan mempersiapkan diri (Kis 1:15-26).

Tepat pada hari Pentakosta, ketika mereka semua sedang berkumpul, Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka, sebagaimana yang Tuhan janjikan kepada mereka. Pencurahan Roh Kudus besar-besaran yang terjadi pertama kali pada masa Perjanjian Baru dengan tanda awal berbahasa roh. 

Kis 2:1-4 – Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul disuatu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 


Tanda-tanda yang terjadi pada hari itu:
1.    Bunyi seperti tiupan angin keras
2.    Lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing
3.    Mulai berkata-kata dalam bahasa lain (penuh dengan Roh Kudus)

Terjadi perubahan yang radikal, seketika itu juga setelah mereka semua penuh dengan Roh Kudus, mereka memiliki keberanian yang luar biasa, dan terus berkata-kata dalam bahasa-bahasa yang diilhamkan oleh Roh itu kepada mereka, sehingga setiap orang asing yang mendengar dapat mengerti apa yang mereka katakan menurut bahasa asal negeri mereka (Kis 2:6-12).

Bahkan Petrus bangkit berdiri dan mulai berkotbah dengan lantang menyatakan segala perbuatan-perbuatan Tuhan dan menyerukan pertobatan kepada orang-orang Yahudi dan semua orang yang tinggal di Yerusalem (Kis 2:14-40).

Ada begitu banyak orang yang mendengar dan menerima perkataannya lalu memberi diri dibaptis sehingga pada hari itu tercatat jumlah mereka bertambah kira-kira 3.000 jiwa. Dan didalam kehausan mereka akan Tuhan dan kebenaran, mereka  semua berkumpul setiap hari untuk berdoa, bertekun dalam pengajaran-pengajaran para rasul dan didalam persekutuan sambil memuji Allah. Dan Tuhan terus menambah-nambahkan jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kis 2:41-47).

Pentakosta Kedua 
Atau yang lebih dikenal dengan Azusa Street Revival (Kebangunan Rohani di Azusa Street) yang terjadi di kota Los Angeles, California, Amerika Serikat. Dimulai tanggal 9 April 1906 di rumah Richard dan Ruth Asberry di  #214 Bonnie Street, Los Angeles lalu pindah ke sebuah gudang tua beralamat di #312 Azusa Street , melalui pelayanan William Joseph Seymour.  Saat itu William J. Seymour mengkotbahkan Kisah 2, dan mulai menumpangkan tangan atas jemaat dan saat itu 6 orang menerima baptisan Roh Kudus. Sejak hari itu mulai terjadi pencurahan Roh Kudus secara luar biasa sehingga setiap hari diadakan 3x ibadah selama 3 tahun terus menerus.

Pentakosta ke-2 yang dipelopori oleh William J. Seymour, didahului dengan doa puasa selama 1 bulan untuk meminta pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran sebagaimana yang terjadi di Pentakosta pertama. Dan kemudian terjadilah sesuai doa mereka dengan ciri-ciri yang sangat mirip dengan Pentakosta pertama. 

Jika kita perhatikan kedua peristiwa Pentakosta tersebut memiliki kesamaan dampak yang terjadi, sebagai berikut:
1.    Pada Pentakosta pertama terjadi pertobatan yang sangat besar, dalam 1 hari setelah mendengar kotbah Petrus, jumlah orang yang bertobat sekitar 3.000 jiwa dan terus bertambah setiap harinya.
Pada Pentakosta kedua terjadi pertobatan besar-besaran, >500 juta jiwa dalam kurun waktu 100 tahun.

2.    Pada Pentakosta pertama terjadi banyak tanda-tanda heran dan mujizat (signs and wonders).
Pada Pentakosta kedua dimulainya kembali tanda-tanda heran dan mujizat didalam kehidupan gereja.
3.    Pada Pentakosta pertama ada kehausan yang sangat akan hadirat dan Firman Tuhan serta terjadi gerakan kekudusan, perubahan karakter yang drastis dalam diri orang-orang percaya. 
Pada Pentakosta kedua lahirnya gereja aliran Pentakosta dan Karismatik yang sangat menekankan hadirat dan Firman Tuhan serta kekudusan.

Hari-hari ini kita sedang menanti-nantikan Pentakosta yang ketiga, pencurahan Roh Kudus yang terbesar dan diyakini sebagai yang terakhir sepanjang sejarah sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Penuaian jiwa beribu-ribu laksa pasti terjadi, pemulihan segala sesuatu pasti terjadi, pembebasan yang seutuhnya pasti terjadi! 

Yes 32:15-17 – Sampai dicurahkan kepada kita Roha dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Dipadang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Dimana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. 

Gal 5:22-23 – Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 

Didalam masa penantian ini, marilah kita mempersiapkan diri sebagaimana yang dilakukan oleh para rasul 2.000 tahun yang lalu. Kita berkumpul bersama, bertekun dengan sehati dalam DOA, PUJIAN DAN PENYEMBAHAN bersama-sama, mencari tuntunan Tuhan bagi kehidupan kita, wilayah, kota, bangsa dan negara yang kita cintai dan menyelesaikan segala sesuatu sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk kita lakukan.

ARE YOU READY? [JC]