GUE GAK SUKA SAMA LU!!


kHOTBAH PDT.ALEX LEO

Img

 

Khotbah Ibadah Raya Feb 2020 – Pdt. Alex Leo

 

“GUE GAK SUKA SAMA LU!”

 

Gereja kita sedang membangun sebuah rumah dan keluarga bersama.

"My Church is My Home and My Family"

 

Rumah sebagai wadah terjadinya proses transformasi, dimana setiap anggota nya diubahkan menjadi prajurit-prajurit yang gagah perkasa.

 

Untuk itu kita terus belajar nilai-nilai gereja kita, yaitu HOMECARE (Humility, Commitment, Enthusiasm, Care, Respect).

Saat ini kita kembali membahas nilai Humility, yaitu: Kami menerima setiap orang apa adanya, dan bersedia untuk terus belajar dan berubah ke arah yang lebih baik.

 

Salah satu penjabaran perilaku nya adalah: Menerima semua orang tanpa melihat kelemahan & dosa dalam hidup mereka.

 

Orang yang rendah hati adalah:

- Orang yang bisa menerima orang lain apa adanya.

- Orang yang mau belajar dan berubah.

 

Bullying/perudungan/pelecehan dalam kehidupan sehari-hari sangat biasa terjadi.

Korban bullying adalah orang-orang yang dipandang lemah oleh orang lainnya. Karena pada dasarnya orang tidak suka pada kelemahan.

Bullying bukan saja pada remaja, tetapi orang dewasa juga masih melakukan bullying, hanya bentuknya berbeda.

Waktu kita memandang rendah orang lain dan melihat pada kelemahannya, itu disebut bullying.

 

Akibat benih dosa adalah:

Kita sulit menerima kelemahan orang lain dan juga sulit menerima kelemahan diri sendiri.

 

Lucifer dulunya adalah penghulu malaikat. Tetapi karena ingin kuasa yang lebih besar, ia dikuasai kesombongan. Dan dosa inilah yg ditularkan kepada manusia.

Adam dan Hawa jatuh karena dosa kesombongan. Manusia seperti Lucifer, tidak mau lebih rendah dari Allah, mau sama dengan Allah bahkan lebih tinggi dari Allah.

Karena sombong dan ingin sama seperti Allah, maka manusia makan buah yang dilarang.

 

Keinginan untuk sama seperti Allah adalah penolakan terhadap kelemahan diri.

 

Dosa ini menurun kepada setiap kita sejak dilahirkan.

Pada dasarnya manusia itu:

1. Tidak suka pada kelemahan orang lain.

2. Sulit menerima kelemahan diri sendiri.

 

Manusia berusaha menutupi kelemahan dengan berbagai cara.

Contoh : kelemahan fisik (merasa tidak tampan / cantik), dengan melakukan operasi plastik.

Berbagai cara manusia lakukan untuk menutupi kelemahan dirinya.

Orang yang tidak bisa menerima kelemahan diri akan mudah merasa lelah, stress, gampang marah, gampang tersinggung.

 

Kejadian 2:18

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Dari ayat tersebut, manusia memang diciptakan Tuhan tidak sempurna, karena nya butuh penolong.

  1. Manusia tidak bisa maksimal kalau tidak bergantung sepenuhnya sama Tuhan. Itu sebabnya Tuhan marah waktu manusia makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat.
  2. Manusia tidak bisa maksimal kalau hidup seorang diri. Tuhan mendesain manusia untuk hidup dalam komunitas, butuh orang lain.

 

Tuhan rancang manusia punya kekuatan dan sekaligus punya kelemahan, supaya saling tolong menolong.

Kesombongan manusia : tidak mau bergantung sama Tuhan, dan tidak mau mengakui kelemahan.

 

Kuncinya :

Belajar menerima kelemahan orang lain dan menerima kelemahan diri sendiri.

 

Penolakan

  • Penolakan kepada kelemahan orang lain akan menghancurkan hubungan.

Kelemahannya mungkin tidak berubah, tetapi yang bisa berubah adalah penerimaannya

  • Kehilangan hubungan akan mengurangi kemungkinan kita untuk mendapatkan penolong yang sepadan di dalam hidup kita. Jangan biarkan hubungan jadi buruk. Orang yg menyebalkan suatu waktu akan jadi penolongmu.

 

Ada kelemahan-kelemahan yang tidak berubah, tapi akan berakhir manis jika berubah penerimaannya.

 

Terima kelemahan orang lain dan putuskan jadi penolong!

 

Langkah-langkah agar bisa menerima kelemahan orang lain:

 

  1. Belajar menerima kelemahan diri sendiri.

It's ok not to be ok.

Kesempurnaan terjadi saat kita bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan hidup dengan sesama.

Sadar akan kelemahan diri akan lebih mudah untuk kita bisa rendah hati dan lebih mampu menerima kelemahan orang lain.

 

  1. Pandang kelemahan orang lain sebagai peluang untuk menjadi penolong bagi orang tersebut.

Kita didesain untuk berbuah/jadi berkat/jadi penolong. Kesempatan menjadi berkat saat bertemu orang-orang yg lebih lemah dalam bidang tertentu.

 

  1. Ijinkan orang lain juga menjadi penolong bagi hidup kita.