GOD...  LET ME WALK WITH YOU


Img

GOD...  LET ME WALK WITH YOU

Setiap kali datang kepada Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan, apakah yang sesungguhnya kita nantikan?

Apakah kita datang dengan “daftar isi” permohonan dan berharap Tuhan ‘berkenan’ atasnya dan menyatakan mujizat-Nya, seakan itulah yang seharusnya Tuhan kerjakan bagi kita?

Atau akankah kita datang dengan 1 kerinduan dan keyakinan penuh bahwa Tuhan pasti membawa kita untuk berjalan bersama Dia, karena itulah yang berkenan bagi-Nya dan Dialah yang berdaulat atas seluruh hidup kita?

Apapun yang kita nantikan, semuanya sama-sama melalui fase penantian untuk terjawab, tapi hasilnya dapat jauh berbeda.

Ada perbedaan besar antara meminta perkenanan Tuhan (asking God’s favor) dan mengejar perkenanan Tuhan (pursuing God’s favor). Antara saat berharap Tuhan menyertai jalan yang kita tempuh (asking for approval), dengan saat menantikan Tuhan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh (waiting for guidance).

Saat kita MEMINTA perkenanan dan penyertaan-Nya, jika itu tidak selaras dengan rencana-Nya atas hidup kita dan kehendak-Nya, mungkin jawaban-Nya tidak sesuai dengan harapan, kita dapat menjadi kecewa.

Tapi saat kita MENGEJAR perkenanan dan tuntunan-Nya, kita sedang mencari dan mengejar rencana dan kehendak-Nya atas hidup kita, menantikan Dia menerangi setiap jalan sehingga kita tidak keluar dari jalur-Nya dan kita tahu pasti penyertaan-Nya sempurna bagi kita.

Mazmur 40:5a – Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan.

Kejadian 5:24 – Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (Enoch walked with God...)

Ibrani 11:5 – karena iman Henokh terangkat..., dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

Tuhan sangat menyukai hubungan dan komunikasi 2 arah yang dinamis, dimana ada keintiman dan kepercayaan penuh di dalamnya.

Saat kita berusaha membangun hubungan yang demikian dengan-Nya, Dia memberikan perkenanan-Nya pada kita, sebagaimana yang Alkitab katakan tentang Henokh.

Kedekatan tercipta melalui sebuah usaha untuk berjalan bersama-sama.

Intimacy with God’ tercipta saat kita memilih untuk ‘Walk with God’.

Untuk dapat bergaul intim dengan Tuhan diperlukan usaha yang gigih, kesediaan untuk menyediakan waktu terbaik berkomunikasi dengan-Nya, menantikan, mendengarkan dan mentaati Dia. Kita dapat memulainya dengan bergaul melalui Saat Teduh yang konsisten.

Berjalan bersama Tuhan bukan berarti hidup kita terbebas dari masalah. Jangan kuatir, masalah akan selalu ada selama kita masih bernafas.

Tapi yang pasti kita akan melihat bahwa di dalam setiap masalah yang kita hadapi, Tuhan selalu campur tangan. Dia yang akan memberi kekuatan, kemampuan dan hikmat untuk mengatasinya.

Dan saat kita masuk ke level keintiman yang lebih dalam lagi bersama Tuhan, sebagaimana Yehezkiel 47:5 katakan, kita masuk ke dalam sungai yang tidak dapat diseberangi lagi...

Apapun yang terjadi, di tengah goncangan sekalipun, dengan seluruh keberadaan kita, di dalam segala aspek hidup kita, akan tetap mengalir puji-pujian, ucapan syukur dan dengan iman kita dapat berkata...

Aku mau berjalan dengan-Mu semakin jauh dari tepian,

Tidak peduli dengan apa yang kulihat

Apapun yang terjadi, Aku tetap milik-Mu

 Akankah aku tenggelam atau berenang sekalipun,

Tidak akan ada bedanya bagiku ya Tuhan

Saat aku berada di keindahan sungai yang dalam bersama-Mu.

Mampukan aku untuk tetap berjalan bersama-Mu

I would not ask You to walk with me, Lord

But rather, let me walk with You... always...

Tuhan Yesus Memberkati. [JC]